Pages

Sabtu, 21 Mei 2011

sejuta kebahagiaan

Semua orang yang ada di samping ku tak akan ada yang mengerti. apakah semua orang menjadikan kita sebagai seseorang yang akan sangat berarti benar2 melakukannya. tak seperti yang kita fikirkan, semua itu akan berkebalikan karena kelak tak akan ada yang tahu apakah kita berarti atau tidak?

Rabu, 27 April 2011

Mencintai Dirimu Lebih Dari yang Kau Bayangkan

Sampai saat ini aku masih menyimpan kasih sayang dan semua kebahagiaan yang kau berikan kepada ku
aku tak tau akankah aku memiliki kebahagiaan atau harapan jika aku terus menharapkan dirimu. 
aku masih menanti dan akan terus menanti sampai hari ketika kau dapat aku miliki bisa terwujudkan. 

Kau tak akan pernah tau bahwa sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa menggantikan dirimu dengan yang lain. karena aku hanya merasakan perasaan seperti ini ketika aku mengenal dan menemukan dirimu dalam hidup ku.

Kamis, 21 April 2011

cinta ku dan hidupku


setiap saat semua orang kan merasakan semua yang ada dihadapannya . tapi di satu sisi ia masih bisa mengelak bahwa dalam hatinya ada rasa cinta yang tulus. siapa yang sangka bahwa setiap hati ada beban. siapa pula yang akan menyangka bahwa ia akan kehilangan apa yang ia inginkan sampai akhirnya ia harus mencoba untuk mengalah dan terus mengalah.


tapi pada dasarnya itu lah cinta, kita harus bisa mengalah demi semua orang yang kita sayangi. kita takkan bisa mengelak bahwa didalam hati yang paling dalam ada rasa cinta yang akan dijaga hanya untuk satu hati pula.sampai ajal kita menjemput rasa cinta itu akan tetap dan utuh hanya untuk satu orang dan selamanya ia lah pemilik yang akan menjadi sumber kerinduan kita.


kalau pun saat ini ia blum ada , tapi kelak ia akan ada untuk mu.......
terima kasih karena sudah mau membaca blog saya......

rasa cinta yang abadi

Salah satu telaga di lubuk hatimu mengalir sejuk hingga muara kelopak matamu .disanalah relung – relung cinta menemukan ketenanganya .berdenyut di setiap nadi , menggejolak dalam nurani .engkau tahu sesakit apapun yang di derita raga , ketenangan jiwa akan membuat semuanya menjadi manis .rasakanlah , dan rinai hujan turun di negri tanpa musim .
dilarang copy paste bung...!!!

Meraih CINTA dengan Ridho ALLAH.SWT dan Sunnahnya

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdanya: “Ada tujuh macam orang yang akan dapat diberi naungan oleh Allah dalam naunganNya pada hari tiada naungan melainkan naunganNya [40] – yakni pada hari kiamat, iaitu: imam – pemimpin atau kepala – yang adil, pemuda yang tumbuh – sejak kecil – dalam beribadat kepada Allah Azza wa jalla, seseorang yang hatinya tergantung – sangat memperhatikan – kepada masjid-masjid, dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, keduanya berkumpul atas keadaan yang sedemikian serta berpisah pun demikian pula, seseorang Ielaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan serta kecantikan wajah, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” – ataupun sebaliknya yakni yang diajak itu ialah wanita oleh seorang Ielaki, seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu menyembunyikan amalannya itu – tidak menampak-nampakkannya, sehingga dapat dikatakan bahawa tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang ingat kepada Allah di dalam keadaan sepi lalu melelehkan airmata dari kedua matanya.” [41](Muttafaq ‘alaih)

Selasa, 19 April 2011

Demokrasi Minimalis

Demokrasi apa yang cocok dengan bangsa yang majemuk dan heterogen seperti Indonesia ? Pertanyaan ini seringkali muncul dalam setiap kesempatan diskusi terbatas. Mencari-cari bentuk demokrasi yang pas dan sesuai dengan keadaan negara kita.
Dari zaman orde lama hingga orde reformasi, Indonesia mengalami dan merasakan sedikitnya 2 (dua) model demokrasi yang sangat menonjol. Soekarno dengan konsep demokrasi terpimpinnya, dilanjutkan lagi dengan Soeharto yang juga membawa model demokrasi yang menurutnya lebih canggih dari yang sebelumnya dan dinamakan demokrasi Pancasila. Dan di era reformasi, prototipe demokrasi masih dalam tahap menuju penyempurnaan.  Entah sampai kapan kita harus menunggu.
Kembali ke persoalan model demokrasi tadi. Demokrasi Terpimpin yang dipelopori oleh Bung Karno berdasarkan pada catatan-catatan dari para peneliti justru menemukan bahwa pada era tersebut demokrasi bertumbuh dengan baik. Era kebebasan dibingkai sangat bagus dengan semangat negara yang baru saja lepas dari penjajahan (merdeka). Konflik politik yang terjadi tidak terlalu signifikan lagi. Masa keemasan demokrasi ini berlangsung sekian lama sampai blok barat dibuat gerah.  Pada saat itu demokrasi menjadi hal yang sangat istimewa hingga intervensi asing ikut bermain guna mengacaukan stabilitas nasional yang berujung pada pergantian kepemimpinan nasional.
Pada tahap Demokrasi Pancasila yang dipelopori oleh Pak Harto. Keadaan telah berubah seratus delapan puluh derajat. Dengan jargon stabilitas politik maka benih-benih demokrasi yang sebelumnya sudah mulai mekar terpaksa harus dibonsai. Hal-hal yang berbau orde lama dianggap tidak layak lagi digunakan. Pengkerdilan demokrasi ini berlanjut selama 32 tahun kepemimpinan beliau, dan akhirnya mencapai titik didihnya sekaligus melahirkan orde reformasi.
Pada dua model demokrasi di atas, ada satu persamaan yang mungkin bisa menjadi perdebatan yakni masing-masing melahirkan individu yang sangat kuat dalam setiap lini pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti manusia setengah dewa.  
Kembali pada pertanyaan diatas ? Kita berkaca pada pengalaman sebelumnya, demokrasi yang sedang bertumbuh di era reformasi kembali ingin menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat yang semakin kritis. Namun impian serta harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itulah protitipe demokrasi yang layak untuk dikembangakan dalam kondisi global seperti ini adalah demokrasi minimalis. Artinya kita tidak perlu kembali ke masa orde lama atau baru. Demokrasi minimalis bisa meredam model demokrasi barat yang sangat liberal sebaliknya kita tidak perlu mengenyampingkan nilai-nilai universal dari demokrasi itu sendiri.
Kecenderungan kita dalam menerapkan demokrasi adalah berkaca pada demokrasi barat. Salah satu indikatornya adalah proses pergantian kepemimpinan dalam setiap level harus melalui pemilihan langsung. Nah apa yang didapat, nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat hancur berantakan. Bahkan ada komunitas-komunitas tertentu yang telah sekian lama hidup berdampingan dengan aman dan rukun sekarang malah menjadi musuh bebuyutan. Dalam kondisi seperti ini, pemerintahan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menjadi “pemadam kebakaran” dari setiap konflik yang terjadi.
Sebaliknya pembukaan kran demokrasi ala barat dengan harapan bisa melahirkan kepemimpinan dalam setiap level pemeritahan yang akuntabel dan kapabel serta tingkat keterwakilan masyarakat yang lebih luas justru tidak terbukti. Kepemimpinan seperti ini malah cenderung kompromistis dan tidak tegas serta wakil rakyat yang sangat jauh dari konstituen. Jangankan menjalankan program pemerintah, urusan politik saja belum stabil. Jangankan mau urus rakyat, terpilih saja belum pasti. Fenomena seperti inilah yang justru terjadi dengan pengembangan demokrasi yang lebih condong ke barat. Selanjutnya terserah anda mau pilih model yang mana ?

Kamis, 30 Desember 2010

apa itu cinta...????????

love is cinta
sebenarnya cinta memang indah tapi pada dasarnya cinta jauh lebih menyakitkan kita . saat ia datang ia memberikan kita kedamaian,namun semakin lama ia semakin menyakitkan hati. bila ia memberikan harapan maka harapan itu akan menjadi duri yang mampu merobek dan merusak kehidupa kita sampai akhirnya kita menyesal karenanya. tapi sebagai anussia biasa kita tak bisa menolak kehadiran cinta karena cinta adalah salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Allah kepada kita. hanya saja ada begitu banyak jenis cnta,satu cinta yuang aku bisa percaya untu saat ini yaitu cinta Allah SWT,Rasulullah SAW,dan orang tua kepada kita. jika itu tak ada mungkin kita pun tak ada.

sebelumnya aku pernah merasakan cinta yang lain, namun ternyata cinta syang seperti itu tak dapat kita percayai. aku benci pada cinta yang seperti itu . jika cinta yang ada di dunia ini hanya itu saja maka aku akan menghilangkan rasa cinta yang aku milikai namun apakah aku akan mampu untuk melakukannya tanpa anda rasa sakit sedikitpun.aku harap aku bisa karenasejujurnya hanya akan membuat luka yang pernah terasa semakin sakit lagi.

biar saja aku terus seperti ini , aku lebih suka diriku yang sekarang dari pada aku harus merubah diriku hanya karena cinta. biarkan hanya satu cinta yang diam didalam hati,,,,,,,,
semuanya aku harap aku bisa menemukan hasil yang enyenangkan jika aku mengenang cinta yang sebenarnya dan luka yang kurasakan akan hilang untuk selamanya,,,,aku engharapkannya

Kamis, 02 Desember 2010

Menanti Tarif Super Murah Melalui Interkoneksi Berbasis IP Tag : Menanti, Tarif, Super, Murah, Melalui, Interkoneksi, Berbasis, Ip


BERITA - internet-web.infogue.com - Per April lalu, pemerintah telah memberlakukan implementasi perhitungan biaya interkoneksi yang baru. Dari perhitungan menggunakan data tahun 2005, biaya interkoneksi menjadi lebih murah, terutama untuk layanan telepon bergerak dan layanan pesan singkat (SMS).

Meski sudah turun, nampaknya itu belum seberapa. Diprediksi, saat jaringan akan berbasis protokol internet (IP), tarif interkoneksi yang berdampak pada tarif pungut ke masyarakat, akan jauh lebih terjangkau dan murah lagi. Mengapa?

Seperti diketahui, saat ini ada dua teknologi utama yang begitu menentukan di era masyarakat informasi, yaitu sistem bergerak tanpa kabel (wireless cellular system) dan internet. Dengan melihat kebutuhan akan layanan-layanan baru, peningkatan bandwidth, serta kebutuhan konektivitas di mana-mana, yang secara terus-menerus meningkat, hal itu mendorong kebutuhan sistem telekomunikasi bergerak masa depan (next generation mobile system) yang akan berbasis pada IP.

Peran penting dari IP pada sistem next generation mobile adalah sistem akan efisien dan biaya yang efektif overlay network untuk menjalankan aplikasi dan layanan saat ini dan ke depan. IP diasumsikan sebagai perekat untuk menyediakan konektivitas global, mobilitas di jaringan dan platform umum untuk pemberian layanan melalui beragam jaringan akses yang berbeda.

Tercatat ada sejumlah faktor pendorong dan dampak dari pengimplementasian jaringan berbasis IP. Yaitu, pertama, penghematan biaya untuk investasi dan operasional. Hal itu terjadi karena operator jaringan hanya butuh memiliki dan me-manage satu jaringan. Kedua, kecenderungan bahwa jaringan backbone masa depan, untuk voice dan data, akan berbasis IP. Dengan jaringan berbasis IP, maka hal itu memungkinkan penggunaan jaringan yang efisien dan perpindahan yang halus antarjaringan.

Ketiga, IP multimedia dapat mendukung teknologi akses yang berbeda-beda dan terjadinya konvergensi telepon tetap (fixed) dan telepon bergerak (mobile). Keempat, peningkatan kapasitas yang dapat dilakukan secara cepat dan murah. Dan kelima, layanan yang kian beragam karena voice/multimedia dapat terintegrasikan dengan layanan lain.

Sementara itu, infrastruktur IP dapat dikarakteristikan melalui tiga cara pandang, yaitu, aspek transport dimana semua trafik akan dikirimkan melalui IP, kemudian aspek layanan (service) dimana jaringan IP akan menyediakan platform layanan yang memungkinkan makin mudah dan cepatnya pembuatan dan penyediaan layanan. Multimedia melalui IP akan didukung dengan protokol SIP, dan aspek terminal dimana terminal akan berbasis IP, dengan kemampuan SIP/VoIP.

Masalah Interkoneksi

Untuk mengimplementasikan perubahan yang dimaksud, karakteristik-karakteristik tersebut perlu diperhatikan untuk melihat perubahan arsitektur jaringan dan pengimplementasian jaringan berbasis IP. Dan salah satu isu itu adalah interkoneksi. Interkoneksi - keterhubungan antarjaringan telekomunikasi secara fisik dan logika dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda - mempunyai peran strategis dalam kompetisi di industri telekomunikasi. Satu kalimat yang bisa dijadikan pegangan betapa pentingnya interkoneksi adalah: tak ada kompetisi tanpa interkoneksi.

Di Indonesia, UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi pada Pasal 25 menegaskan bahwa setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi berhak mendapatkan interkoneksi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya. Selain hak, setiap penyelenggara telekomunikasi juga berkewajiban menyediakan interkoneksi apabila diminta oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya, sehingga hubungan komunikasi antaroperator dapat terjadi.

Dalam perjalanannya, persoalan interkoneksi begitu sering menghadapi kendala. Persoalan yang banyak mengemuka adalah masalah kepastian serta transparansi penyediaan dan pelayanan interkoneksi antarpenyelenggara telekomunikasi. Untuk itulah kemudian dikeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 8/2006 tentang Interkoneksi.

Beberapa pokok pikiran Permen No.8/2006 dinya interkoneksi harus menjunjung prinsip-prinsip seperti transparansi, nondiskriminasi dan penyediaan interkoneksi dari yang berbasis pendapatan ke interkoneksi berbasis biaya yang dihitung berdasar elemen jaringan yang digunakan.

Perubahan jaringan masa depan menuntut adanya model interkoneksi baru. Jaringan dan trafik berbasis IP dipastikan berpengaruh terhadap pengaturan interkoneksi. Regulasi harus memberikan jaminan terhadap perlakukan non-diskriminatif. Sedangkan pendefinisian parameter interkoneksi dalam lingkungan multi-service, any-to-any, bukan sekadar jaringan ke jaringan lagi.

Soal kapan interkoneksi berbasis IP akan diterapkan, dalam Peta Jalan (Road Map) Konvergensi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, direncakan pada 2011 interkoneksi yang tadinya berdasar waktu dan jaringan dengan metode berbasis biaya akan berubah ke basis IP.

Apakah nantinya perhitungan biaya akan tetap menggunakan cost based, atau kembali ke revenue sharing atau konsep lainnya, masih perlu dipelajari secara seksama. Namun, kecenderungan dibanyak negara adalah bill and keep, semacam prinsip sender keep all untuk interkoneksi SMS. Hanya saja, sistem ini banyak dikembangkan untuk industri telekomunikasi dengan trafik yang seimbang. Sementara di sini, terjadi time gap dan subscriber gap operator incumbent dan new entrant.

Apa itu web 2.0

Web 2.0 adalah sebuah kata kunci, dalam dirinya sendiri ia tidak memiliki makna khusus. Banyak orang menganggap Web 2.0 menjadi gaya desain, yang lain menganggapnya sebagai penggunaan AJAX. Beberapa orang percaya web 2.0 berarti situs komunitas seperti Myspace, Facebook dan yang baru dibuka virb.

Sebenarnya itu konversi dari patah web statis ke jaringan interkoneksi cairan dikendalikan dan dikontribusikan oleh pengguna.

Website seperti Digg.com adalah contoh yang baik ini, semua konten disampaikan oleh pengguna dan masing-masing item link ke situs eksternal. Pengguna suara pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka lakukan tidak, menciptakan dalam pengembangan organik konten.

The 'Web 2.0 gaya' hanya merupakan evolusi dari gaya terakhir, lebih banyak dari elemen desain mengandalkan kode daripada gambar. Usability mengambil tempat permen mata dan sementara tata letak berat grafis dapat terlihat mengesankan, juga bisa loading lambat, sulit untuk dinavigasi dan memberikan pengalaman pengguna yang tidak menyenangkan.

Pengembangan AJAX (Asynchronous JavaScript dan XML) Bukan alasan kami memiliki 'Web 2.0' tetapi dapat memainkan peranan penting di dalamnya. Kemampuan untuk memuat dan menyampaikan data antara server dan klien tanpa halaman menyegarkan berguna dalam banyak hal, tidak sedikit pengalaman pengguna.

Namun itu sering disalahpahami dan digunakan sebagai kata kunci untuk merangsang pelanggan. Ini tidak biasa bagi klien untuk meminta 'Sebuah situs web 2.0, dengan AJAX dan CSS / XHTML!! " tanpa mengetahui apa yang mereka minta.

Singkatnya, Web 2.0 berarti tidak ada pada itu sendiri, itu istilah untuk menggambarkan kumpulan elemen. Jangan takut untuk menggunakan istilah tersebut, hanya akan menyadari apa yang benar-benar berarti.