Hari ini ketika aku dalam perjalanan pulang dari Kota Bone menuju Makassar. tak sengaja terlhihat ada begitu banyak pohon di lereng yang habsis di tebang dan di potong begt ajha. ga tau kenapa n siapa yang motong. yang jelas itu perbuatan yang sangat tidak baik. orang lagi asyik mengadakan penanaman pohon. mereka malah menebang pohon itu seedaknya. kira2 mau di jadikan lahan apa.
Minggu, 13 November 2011
Kamis, 10 November 2011
Perilaku Seksualitas Yang Menyimpang
Saat ini tak asing lagi bagi kita ketika mendengar kata “ homoseksualitas”. Homoseksualitas adalah salah satu bentuk orientasi seksual yang menyukai sesama jenisnya seperti Lesbian (perempuan dengan perempuan), Gay ( laki-laki dengan laki-laki) dan identitas gender yang berbeda seperti biseksual dan transgender. Banyak masyarakat yang berpandangan bahwa homoseksualitas dapat disembuhakan. Namun, faktanya homoseksualitas merupakan identitas dari seseorang dan tidak bisa disembuhkan. Biasanya seseorang yang memiliki pandangan tidak suka terhadap seorang homoseksual disebut dengan homonegativitas. Hal ini akan merubah seorang homoseksual menjadi seorang homophobia. Homophobia yaitu suatu keadaan dimana seseorang merasa jijik atau benci kepada kaum homoseksual secara berlebihan. Tentunya hal ini akan menimbulkan citra diri negatif dan akan berdampak pula bagi sisi psikologis seorang homoseksual.
Disini kita mengenal beberapa orientasi seksual , diantaranya;
a. Heteroseksual, orang yang tertarik kepada lawan jenisnya.
b. Homoseksual, orang yang tertarik kepada sesama jenisnya.
c. Biseksual, orang yang tertari kepada lawan jenis maupun sesama jenisnya.
d. Panseksual, orang yang tertarik kepada orang lain tanpa harus mengacu pada gender tertentu.
e. Aseksual, mereka yang tidak merasakan atraksi atau ketertarikan seksual terhadap laki-laki maupun perempuan.
Masih ada banyak jenis Orientasi Seksual lainnya, seperti Bestiality (ketertarikan kepada hewan), Necrophilia (ketertarikan kepada mayat) dan segala jenis orientasi seksual lainnya yang biasa kita anggap tidak wajar. Beberapan orientasi seksual tersebut masih tercatat sebagai gangguan mental karena hewan, mayat, ataupun benda mati tidak akan bisa membalas atraksi atau cinta yang diberikan oleh seseorang. Menurut Rossel et al, homonegativitas pada seorang homoseksual akan berdampak negatif pada kesehatan fisiknya juga. Hal ini disebabkan karena seorang gay yang homophobia akan lebih rentan terkena penyakit. Seorang gay buka berarti kemayu, seorang gay bisa saja tampak macho bahkan sangat macho. Bagi orang awam akan sulit untuk membedakan antara seorang gay yang maskulin dengan seorang laki-laki normal. Namun, konon kaum gay memiliki instuisi tersendiri untuk mengetahui mana yang homoseksual dan mana yang tidak biasa disebut dengan Gaydar.
Transgender (waria) bukan berarti gay, ini hanyalah masalah gender seseorang. Gender adalah sebuah istilah yang sering digunakan untuk mengidentifikasi identitas seseorang baik dari kelakuan maupun cara berinteraksinya terhadap lingkungan ataupun apa yang dirasakan seseorang terhadap dirinya yang dikelompokkan menjadi laki-laki dan perempuan.
Transgender terbagi atas beberapa tipe yaitu;
Ø Transeksual, yakni transgender yang ingin selamanya hidup dan dikenal sebagai kelompok gender yang berbeda dengan jenis kelamin biologisnya. Biasanya para transeksual mengambil jalan keluar dengan operasi kelamin.
Ø Cross-desser, yakni orang yang suka memakai pakaian dan perhiasan lainnya yag diperuntukkan untuk lawan jenisnya. Namun beberap cross-desser melakukan ini hanya untuk kesenangan semata.
Ø Drag queen atau drag king, yaitu mereka yang berpenampilan seperti lawan jenisnya untuk suatu pertunjukan atau demi dunia hiburan. Seorang drag queen atau drag king bias saja gay, lesbian, atau biseksual.
Transgender dan segala jenis identitas minoritas yang berkaitan dengan seksualitas biasanya dikelompokkan kedalam kategori queer. Tetapi terkadang gay dan lesbian juga dikelompokkan dalam kategori ini. Pada umumnya kaum gay, lesbian,biseksual, dan transgender disingkat dan disatukan menjadi “LGBT”. Bendera GLBT disimbolkan dengan berbagai lintasan warna pelangi yang menggambarkan seksualitas manusia yang beragam. Meskipun World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan homoseksual dari daftar penyakit kejiwaan pada tanggal 17 mei 1981, dan mengeluarkannya dari daftar penyakit pada tahun 1992, tetapi dampak dari homoseksual tidak main-main. Ternyata banyak kaum homoseksual yang terjangkit penyakit HIV/AIDS (Kamilia Manaf: 2007).
Pada saat ini, homoseksual termasuk salah satu masalah yang menghinggapi kaum remaja. Fakta menunjukkan bahwa perilaku homoseksual telah mulai di lakukan sejak usia remaja. Sebagai contoh siswa-siswa SMP dan SMA. Berdasarkan data statistik yang ada, di indonesia sendiri menunjukkan bahwa sekitar 8 sampai 10 juta pria terlibat dalam homoseksualitas (Deti Riyanti dan Sinly Evan Putra: 2008).
Mengenai semua penyimpangan tersebut, ada beberapa ahli yang memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai homoseksualitas ini. Menurut Freud (Fact about Sexuality and Mental Health: 2007), berasumsi bahwa semua manusia pada dasarnya adalah mahluk biseksual atau penggabungan homoseksual dan heteroseksual, ia kemudian mengemukakan bahwa individu menjadi homoseksual ataupun heteroseksual didapat sebagai hasil dari pengalaman berhubungan dengan orang tua dan yang lainnya. Terjadinya orientasi seks homoseksual, heteroseksual, atapun biseksual tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya lingkungan masa kecilnya bersama kedua orangtua. Sementara menurut Sandor Rado ( Fact about Sexuality and mental Health: 2007) dengan meninggalkan asumsi Freud mengenai pembawaan individu yang biseksual. Ia dan Biebier (1962), berpendapat bahwa homoseksual diakibatkan hanya oleh pengalaman hidup bersama kedua orang tuanya, yang dimulai sejak masa oedipal period (sejak umur 4-5 tahun).
Sedangkan menurut Charles Socarides: 1968 (Fact about Sexuality and Mental Health: 2007), mengungkapkan bahwa perkembangan homoseksual individu dimulai sejak masa pred-oedipal dam sesudahnnya. Seorang laki-laki dapat menjadi seorang gay bila memiliki hubungan yang terlalu erat dengan ibunya atau karena kurang dan hilangnya figure kebapakan dalam keluarga sehingga bapak yag terlalu disiplin yang pada perkembangan selanjutnyamemunculkan kebencian pada laki-laki secara umum. Hal ini berlaku terbalik pada kasus perempuan lesbian dimana posisi ibu yang hilang atau terlalu disiplin dan ayah yang terlalu dekat dengan anak perempuannya. Sebagian m\besar ahli psikolog dan psikiatri percaya bahwa hal ini adalah “penyebab” utama homoseksual yang baru kemudian mengubah proses biologis dalam tubuh seseorang(Hosea Handoyo :2007).
Didalam Psikoanalisa untuk meminimalisir jumlah homoseksual menurut Bieber dapat dilakukan dengan terapi selama 350 jam, dari 1/3 homoseksual atau biseksual pria sebanyak 100 orang dapat ditanggulangi setelah 5 tahun. Mac Culloch dengan anticipatoryavoidance conditioning dapat mereduksi homoseksualitas sebanyak 57% selama 2 tahun (Soeharko Kasran: 2008). Yang paling penting dalam terapi ini adalah dengan adanya motivasi yang kuat yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Sedangkan agar meminimalisir kemungkinana homoseksualitas maka pada saat masih kanak-kanak, individu harus diberikan pendidikan secara proporsional oleh kedua orang tua khususnya pada usia 4 tahun keatas. Serang ayah harus memerankan perannya sebagai seorang bapak yang baik dan begitu pula seorang ibu harus memerankan perannya sebagai seorang ibu secara baik pula. Dari sini kita dapat melihat betapa pentingnya peran orang tua dalam pembentukan identitas seorang anak. Oleh karena itulah, pola asuh orang tua dapat meminimalisir kemungkinan individual menjadi homoseksual.
Rabu, 24 Agustus 2011
Ajang MTQ Universitas Hasanuddin(Unhas)
Melalui ajang MTQ Unhas kembali menjaring mahasiswa-mahasiswanya yang memiliki kompetensi di bidang dakwah dan pidato yang dilaksanakan di lantai 1 gedung rektorat Unhas Rabu(24/08). Dalam ajang ini unhas tidak hanya menggundang peserta dari mahasiswa unhas saja. Beberapa orang pesertanya ada yang berasal dari Politeknik. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari pukul 09.00 sampai dengan selesai. Acara MTQ ini dibuka oleh bapa Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Patusuri.
Selasa, 07 Juni 2011
sejumlah mahasiswa akan saling berkumpul dan bertanya apakah mereka akan dapat bertemu kembali setelah mereka kembali ke kampung halaman masing-masing. tak ada satu pun yang tahu apakah semua itu bisa terjadi?
hari untuk pulang kampung adalah hari yang amat dinantikan oleh semua mahasiswa namun sayangnya tak semua mahasiswa bisa merasakannya . hampir setengah dari seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia maupun di luar negeri mengalami hal yang sama.
hari untuk pulang kampung adalah hari yang amat dinantikan oleh semua mahasiswa namun sayangnya tak semua mahasiswa bisa merasakannya . hampir setengah dari seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia maupun di luar negeri mengalami hal yang sama.
Rabu, 25 Mei 2011
sakit,,,,,,,,,,,,,,,sekali
semua bergulir seirng waktu yang tereus berlalu,
aku tahu akan rasa sakit itu
aku tahu akan kepedihan itu
semua enar2 menyedihkan
aku bagaikann se2orang yg tak ada artinya
akankah semuanya berakhir
akankah aku mendapatkan apa yang dulunya sangat aku inginkan
atau bisakah aku hidup kembali seperti saat dulu
aku tahu akan rasa sakit itu
aku tahu akan kepedihan itu
semua enar2 menyedihkan
aku bagaikann se2orang yg tak ada artinya
akankah semuanya berakhir
akankah aku mendapatkan apa yang dulunya sangat aku inginkan
atau bisakah aku hidup kembali seperti saat dulu
Sabtu, 21 Mei 2011
sejuta kebahagiaan
Semua orang yang ada di samping ku tak akan ada yang mengerti. apakah semua orang menjadikan kita sebagai seseorang yang akan sangat berarti benar2 melakukannya. tak seperti yang kita fikirkan, semua itu akan berkebalikan karena kelak tak akan ada yang tahu apakah kita berarti atau tidak?
Rabu, 27 April 2011
Mencintai Dirimu Lebih Dari yang Kau Bayangkan
Sampai saat ini aku masih menyimpan kasih sayang dan semua kebahagiaan yang kau berikan kepada ku
aku tak tau akankah aku memiliki kebahagiaan atau harapan jika aku terus menharapkan dirimu.
aku masih menanti dan akan terus menanti sampai hari ketika kau dapat aku miliki bisa terwujudkan.
Kau tak akan pernah tau bahwa sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa menggantikan dirimu dengan yang lain. karena aku hanya merasakan perasaan seperti ini ketika aku mengenal dan menemukan dirimu dalam hidup ku.Kamis, 21 April 2011
cinta ku dan hidupku
setiap saat semua orang kan merasakan semua yang ada dihadapannya . tapi di satu sisi ia masih bisa mengelak bahwa dalam hatinya ada rasa cinta yang tulus. siapa yang sangka bahwa setiap hati ada beban. siapa pula yang akan menyangka bahwa ia akan kehilangan apa yang ia inginkan sampai akhirnya ia harus mencoba untuk mengalah dan terus mengalah.
tapi pada dasarnya itu lah cinta, kita harus bisa mengalah demi semua orang yang kita sayangi. kita takkan bisa mengelak bahwa didalam hati yang paling dalam ada rasa cinta yang akan dijaga hanya untuk satu hati pula.sampai ajal kita menjemput rasa cinta itu akan tetap dan utuh hanya untuk satu orang dan selamanya ia lah pemilik yang akan menjadi sumber kerinduan kita.
kalau pun saat ini ia blum ada , tapi kelak ia akan ada untuk mu.......
terima kasih karena sudah mau membaca blog saya......
rasa cinta yang abadi
Salah satu telaga di lubuk hatimu mengalir sejuk hingga muara kelopak matamu .disanalah relung – relung cinta menemukan ketenanganya .berdenyut di setiap nadi , menggejolak dalam nurani .engkau tahu sesakit apapun yang di derita raga , ketenangan jiwa akan membuat semuanya menjadi manis .rasakanlah , dan rinai hujan turun di negri tanpa musim .
Meraih CINTA dengan Ridho ALLAH.SWT dan Sunnahnya
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdanya: “Ada tujuh macam orang yang akan dapat diberi naungan oleh Allah dalam naunganNya pada hari tiada naungan melainkan naunganNya [40] – yakni pada hari kiamat, iaitu: imam – pemimpin atau kepala – yang adil, pemuda yang tumbuh – sejak kecil – dalam beribadat kepada Allah Azza wa jalla, seseorang yang hatinya tergantung – sangat memperhatikan – kepada masjid-masjid, dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, keduanya berkumpul atas keadaan yang sedemikian serta berpisah pun demikian pula, seseorang Ielaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan serta kecantikan wajah, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” – ataupun sebaliknya yakni yang diajak itu ialah wanita oleh seorang Ielaki, seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu menyembunyikan amalannya itu – tidak menampak-nampakkannya, sehingga dapat dikatakan bahawa tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang ingat kepada Allah di dalam keadaan sepi lalu melelehkan airmata dari kedua matanya.” [41](Muttafaq ‘alaih)
Rabu, 20 April 2011
Selasa, 19 April 2011
Demokrasi Minimalis
Demokrasi apa yang cocok dengan bangsa yang majemuk dan heterogen seperti Indonesia ? Pertanyaan ini seringkali muncul dalam setiap kesempatan diskusi terbatas. Mencari-cari bentuk demokrasi yang pas dan sesuai dengan keadaan negara kita.
Dari zaman orde lama hingga orde reformasi, Indonesia mengalami dan merasakan sedikitnya 2 (dua) model demokrasi yang sangat menonjol. Soekarno dengan konsep demokrasi terpimpinnya, dilanjutkan lagi dengan Soeharto yang juga membawa model demokrasi yang menurutnya lebih canggih dari yang sebelumnya dan dinamakan demokrasi Pancasila. Dan di era reformasi, prototipe demokrasi masih dalam tahap menuju penyempurnaan. Entah sampai kapan kita harus menunggu.
Kembali ke persoalan model demokrasi tadi. Demokrasi Terpimpin yang dipelopori oleh Bung Karno berdasarkan pada catatan-catatan dari para peneliti justru menemukan bahwa pada era tersebut demokrasi bertumbuh dengan baik. Era kebebasan dibingkai sangat bagus dengan semangat negara yang baru saja lepas dari penjajahan (merdeka). Konflik politik yang terjadi tidak terlalu signifikan lagi. Masa keemasan demokrasi ini berlangsung sekian lama sampai blok barat dibuat gerah. Pada saat itu demokrasi menjadi hal yang sangat istimewa hingga intervensi asing ikut bermain guna mengacaukan stabilitas nasional yang berujung pada pergantian kepemimpinan nasional.
Pada tahap Demokrasi Pancasila yang dipelopori oleh Pak Harto. Keadaan telah berubah seratus delapan puluh derajat. Dengan jargon stabilitas politik maka benih-benih demokrasi yang sebelumnya sudah mulai mekar terpaksa harus dibonsai. Hal-hal yang berbau orde lama dianggap tidak layak lagi digunakan. Pengkerdilan demokrasi ini berlanjut selama 32 tahun kepemimpinan beliau, dan akhirnya mencapai titik didihnya sekaligus melahirkan orde reformasi.
Pada dua model demokrasi di atas, ada satu persamaan yang mungkin bisa menjadi perdebatan yakni masing-masing melahirkan individu yang sangat kuat dalam setiap lini pemerintahan sehingga menjadikan mereka seperti manusia setengah dewa.
Kembali pada pertanyaan diatas ? Kita berkaca pada pengalaman sebelumnya, demokrasi yang sedang bertumbuh di era reformasi kembali ingin menjadi primadona ditengah-tengah masyarakat yang semakin kritis. Namun impian serta harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itulah protitipe demokrasi yang layak untuk dikembangakan dalam kondisi global seperti ini adalah demokrasi minimalis. Artinya kita tidak perlu kembali ke masa orde lama atau baru. Demokrasi minimalis bisa meredam model demokrasi barat yang sangat liberal sebaliknya kita tidak perlu mengenyampingkan nilai-nilai universal dari demokrasi itu sendiri.
Kecenderungan kita dalam menerapkan demokrasi adalah berkaca pada demokrasi barat. Salah satu indikatornya adalah proses pergantian kepemimpinan dalam setiap level harus melalui pemilihan langsung. Nah apa yang didapat, nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat hancur berantakan. Bahkan ada komunitas-komunitas tertentu yang telah sekian lama hidup berdampingan dengan aman dan rukun sekarang malah menjadi musuh bebuyutan. Dalam kondisi seperti ini, pemerintahan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menjadi “pemadam kebakaran” dari setiap konflik yang terjadi.
Sebaliknya pembukaan kran demokrasi ala barat dengan harapan bisa melahirkan kepemimpinan dalam setiap level pemeritahan yang akuntabel dan kapabel serta tingkat keterwakilan masyarakat yang lebih luas justru tidak terbukti. Kepemimpinan seperti ini malah cenderung kompromistis dan tidak tegas serta wakil rakyat yang sangat jauh dari konstituen. Jangankan menjalankan program pemerintah, urusan politik saja belum stabil. Jangankan mau urus rakyat, terpilih saja belum pasti. Fenomena seperti inilah yang justru terjadi dengan pengembangan demokrasi yang lebih condong ke barat. Selanjutnya terserah anda mau pilih model yang mana ?
Kamis, 30 Desember 2010
apa itu cinta...????????
![]() |
| love is cinta |
sebenarnya cinta memang indah tapi pada dasarnya cinta jauh lebih menyakitkan kita . saat ia datang ia memberikan kita kedamaian,namun semakin lama ia semakin menyakitkan hati. bila ia memberikan harapan maka harapan itu akan menjadi duri yang mampu merobek dan merusak kehidupa kita sampai akhirnya kita menyesal karenanya. tapi sebagai anussia biasa kita tak bisa menolak kehadiran cinta karena cinta adalah salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Allah kepada kita. hanya saja ada begitu banyak jenis cnta,satu cinta yuang aku bisa percaya untu saat ini yaitu cinta Allah SWT,Rasulullah SAW,dan orang tua kepada kita. jika itu tak ada mungkin kita pun tak ada.
sebelumnya aku pernah merasakan cinta yang lain, namun ternyata cinta syang seperti itu tak dapat kita percayai. aku benci pada cinta yang seperti itu . jika cinta yang ada di dunia ini hanya itu saja maka aku akan menghilangkan rasa cinta yang aku milikai namun apakah aku akan mampu untuk melakukannya tanpa anda rasa sakit sedikitpun.aku harap aku bisa karenasejujurnya hanya akan membuat luka yang pernah terasa semakin sakit lagi.
biar saja aku terus seperti ini , aku lebih suka diriku yang sekarang dari pada aku harus merubah diriku hanya karena cinta. biarkan hanya satu cinta yang diam didalam hati,,,,,,,,
semuanya aku harap aku bisa menemukan hasil yang enyenangkan jika aku mengenang cinta yang sebenarnya dan luka yang kurasakan akan hilang untuk selamanya,,,,aku engharapkannya
Kamis, 02 Desember 2010
Menanti Tarif Super Murah Melalui Interkoneksi Berbasis IP Tag : Menanti, Tarif, Super, Murah, Melalui, Interkoneksi, Berbasis, Ip
Apa itu web 2.0
Web 2.0 adalah sebuah kata kunci, dalam dirinya sendiri ia tidak memiliki makna khusus. Banyak orang menganggap Web 2.0 menjadi gaya desain, yang lain menganggapnya sebagai penggunaan AJAX. Beberapa orang percaya web 2.0 berarti situs komunitas seperti Myspace, Facebook dan yang baru dibuka virb.
Sebenarnya itu konversi dari patah web statis ke jaringan interkoneksi cairan dikendalikan dan dikontribusikan oleh pengguna.
Website seperti Digg.com adalah contoh yang baik ini, semua konten disampaikan oleh pengguna dan masing-masing item link ke situs eksternal. Pengguna suara pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka lakukan tidak, menciptakan dalam pengembangan organik konten.
The 'Web 2.0 gaya' hanya merupakan evolusi dari gaya terakhir, lebih banyak dari elemen desain mengandalkan kode daripada gambar. Usability mengambil tempat permen mata dan sementara tata letak berat grafis dapat terlihat mengesankan, juga bisa loading lambat, sulit untuk dinavigasi dan memberikan pengalaman pengguna yang tidak menyenangkan.
Pengembangan AJAX (Asynchronous JavaScript dan XML) Bukan alasan kami memiliki 'Web 2.0' tetapi dapat memainkan peranan penting di dalamnya. Kemampuan untuk memuat dan menyampaikan data antara server dan klien tanpa halaman menyegarkan berguna dalam banyak hal, tidak sedikit pengalaman pengguna.
Namun itu sering disalahpahami dan digunakan sebagai kata kunci untuk merangsang pelanggan. Ini tidak biasa bagi klien untuk meminta 'Sebuah situs web 2.0, dengan AJAX dan CSS / XHTML!! " tanpa mengetahui apa yang mereka minta.
Singkatnya, Web 2.0 berarti tidak ada pada itu sendiri, itu istilah untuk menggambarkan kumpulan elemen. Jangan takut untuk menggunakan istilah tersebut, hanya akan menyadari apa yang benar-benar berarti.
Sebenarnya itu konversi dari patah web statis ke jaringan interkoneksi cairan dikendalikan dan dikontribusikan oleh pengguna.
Website seperti Digg.com adalah contoh yang baik ini, semua konten disampaikan oleh pengguna dan masing-masing item link ke situs eksternal. Pengguna suara pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka lakukan tidak, menciptakan dalam pengembangan organik konten.
The 'Web 2.0 gaya' hanya merupakan evolusi dari gaya terakhir, lebih banyak dari elemen desain mengandalkan kode daripada gambar. Usability mengambil tempat permen mata dan sementara tata letak berat grafis dapat terlihat mengesankan, juga bisa loading lambat, sulit untuk dinavigasi dan memberikan pengalaman pengguna yang tidak menyenangkan.
Pengembangan AJAX (Asynchronous JavaScript dan XML) Bukan alasan kami memiliki 'Web 2.0' tetapi dapat memainkan peranan penting di dalamnya. Kemampuan untuk memuat dan menyampaikan data antara server dan klien tanpa halaman menyegarkan berguna dalam banyak hal, tidak sedikit pengalaman pengguna.
Namun itu sering disalahpahami dan digunakan sebagai kata kunci untuk merangsang pelanggan. Ini tidak biasa bagi klien untuk meminta 'Sebuah situs web 2.0, dengan AJAX dan CSS / XHTML!! " tanpa mengetahui apa yang mereka minta.
Singkatnya, Web 2.0 berarti tidak ada pada itu sendiri, itu istilah untuk menggambarkan kumpulan elemen. Jangan takut untuk menggunakan istilah tersebut, hanya akan menyadari apa yang benar-benar berarti.
Jumat, 19 November 2010
bersopankah kita!!!
Sejak pulang ke tanahair ni blh dikatakan every weekend aku sefamily balik ke Manjung dari Nilai..(bkn blh dikatakan..mmg every week pun!!!)..kitorg sll balik tak guna pun highway PLUS..sbb nk kira klu guna PLUS highway jarak jd mcm lbh jauh..so rooute yg kitorg pilih..
Nilai to Cyberjaya - highway baru ape ntah namanyer yg link kan putrajaya dgn nilai..
Cyberjaya to Sg buloh - PLUS highway (tol rm 6 lbh)
Sg Buloh to Manjung through Kuala Selangor - dulu jalan sempit n amik masa bertahun2 gak tuk upgrade ke jalan 2lane sehala..seigt aku ade kot dlm 5thn tuk dorg upgrade..dlm masa 5thn tu gak le kitorg sll berulang dgn jalan yg rosak sana rosak sini...tp skrg da cantik..
total lbh kurang 4jam utk sampi ke Manjung dr Nilai..kirenyer kekerapan memandu jauh adalah sgt tinggi...tp yg drive adalah en zul..sbb aku dah jd mcm kurang confident nk drive kt Malaysia ni..sbb ape..byk sbb tp antara nya aku takut dgn driving style kebanyakan rakyat Malaysia yg kenkononyer bersopan santun..ngeri pun ade..tambah plak klu baca paper byk sgt kes2 kemalangan maut..klu tgk kan mmg patut pun byk accident..ni antara sbbnyer yg aku observed sepjg experience aku berulang alik Nilai-Manjung ni:
1) suka potong kiri...tak kira ape jenis kenderaan..padahal takde pun lorong kiri..tp klu tgk jek jalan tu agak lebar sket ade la yg akan amik kesempatan potong kiri ni..ni tak kira klu kt highway...kadang2 emergency lane pun dorg guna..klu sorg dua tu kite leh la bg excuse..
2) suka "overtake" kat tpt2 yg tak blh memotong..contohnyer kat "double line"..mmg ler lane sblh clear tp klu da di cat double line putih kt tengah2 jalan tak yah le nk memotong gak..ade la sbb nape designer jalan tu tak bg memotong kt tpt2 yg dorg cat double line tu..
3) suka memandu pd kelajuan yg terlampau..byk maksudnyer ni..terlampau slow smpai menyusahkan pengguna jalan raya yg lain..or terlampau laju..yg ni jarang2 aku jmpa sbb aku kurang guna highway..klau di england, mmg ditetapkan had minimum kt kebykan kawasan..klu drive slow sgt pun polis akan tahan..sbb akan menyebabkan jalan jd sibuk..klu da jalan tu clear tp bw 30km/hour tu mmg dah sampai tahap menyusahkan org..yg org blkng tak leh nk overtake sbb lane bertentangan agak busy..terpaksa la kite ngikut bontot si lembab di dpn..
4) pernah sekali aku n en zul balik batu pahat..masa ni kitorg mmg guna PLUS highway..yg perasan driver2 bas express..suke cucuk kereta kite dr belakang..bas mmg tak leh amik lane ke3 tuk memotong..dorg hya leh berada di lane 1 or lane 2 tuk memotong..let say kite pun nk memotong kenderaan di lane 1..tp sbb tak brp laju kite amik lane 2 utk memotong..yg si bas express ni tak menyabar2...kite tgh memotong pun dia bg lampu "high beam" marah2 sbb dia tak leh nk potong kite...sbb dia tak leh masuk lane 3 tuk overtake kite...pdhal speed kite da 110km/hr masa memotong tu..klu dia pun tak sabar2 nk "overtake" kite means dia punyer speed mesti lbh laju dari kite..rsnyer speed tuk bas klu atas highway tak lbh 100km/hr..(klu tak silap)...mana la tak byk kes accident yg libatkan bas..da la bw byk nyawa..haishhh..geram ni..
5) pejalan kaki..sorry le nk bg dorg melintas dl..aku punyer jalan..aku jalan dulu..pejalan kaki..tggu smpi jalan clear - pd hal bkn dekat main road pun..contohnyer parking kt pasaraya2...org melintas kt zebra cross pun driver2 kete akan buat tak tau..tp klu kite sbg driver kete stop n bg pejalan kaki melintas dulu pun si pejalan kaki akan tggu kita jalan dl..pernah en zul stop utk bg pejalan kaki jalan dl..tp dorg tak lintas2...tgk kite dgn muka pelik lg ade..huhuhu..malu2..
6) lampu merah tu utk berhenti ke..aiii..ni anak aku yg umur 3thn tu pun tau...red for stop...ni sll jd bile lampu bertukar dr hijau ke kuning ke merah..ramai drivers yg suke redah jugak even lampu dah merah..mcm dah tak leh nak tggu2..
aku list kn 6 jek la..byk2 pun bknnyer akan ade perubahan..cumenyer klu betul2 nk sekolahkan pemandu2 kt Malaysia ni aku rasa kerajaan nak kena kluarkan modal yg besar gak la..contohnyer dengan pasang byk cameras..tak kira jalan besar or jalan kecik..pastu warning pd pengguna jln raya kt area tu ade camera..so drivers akan berhati2..kt england mmg dorg wat mcmtu..kt pedestrian cross dorg letak camera..kt trafic light ade camera..kt jln2 raya kecik / besar ade camera..kat jalan2 kampung pun ade camera..kt tpt parking pun ade camera..(tu pasal la kitorg pernah kena saman masa mula2 smpi UK sbb parking kt disable punyer parking...masa tu sivic minded low giler!!!) klu nk apply penggunaan camera ni mmg perlukan modal yg sgt besar..sanggup dgn tak sanggup jek..tp kesan mungkin lbh baik..sbb org tanak kena saman..klu dorg langgar gak peraturan dorg kena le standby RM tuk bayar saman..time tu kerajaan mmg blh buat duit..
lg satu driver2 kt sini suke bg lampu "high beam" klu marah or tak puas hati dgn kite..igt kan nk bg kite jalan dulu ke..sbb klu kt england bg lampu tu means bg laluan kt kite dl..skrg ni da lbh sebulan dah paham dah..hihihi..jangan sampai en zul aku tu hilang skill pemandu berhemah dia dah la sbb terikut2 dgn attitude ramai rakyat malaysia..
Nilai to Cyberjaya - highway baru ape ntah namanyer yg link kan putrajaya dgn nilai..
Cyberjaya to Sg buloh - PLUS highway (tol rm 6 lbh)
Sg Buloh to Manjung through Kuala Selangor - dulu jalan sempit n amik masa bertahun2 gak tuk upgrade ke jalan 2lane sehala..seigt aku ade kot dlm 5thn tuk dorg upgrade..dlm masa 5thn tu gak le kitorg sll berulang dgn jalan yg rosak sana rosak sini...tp skrg da cantik..
total lbh kurang 4jam utk sampi ke Manjung dr Nilai..kirenyer kekerapan memandu jauh adalah sgt tinggi...tp yg drive adalah en zul..sbb aku dah jd mcm kurang confident nk drive kt Malaysia ni..sbb ape..byk sbb tp antara nya aku takut dgn driving style kebanyakan rakyat Malaysia yg kenkononyer bersopan santun..ngeri pun ade..tambah plak klu baca paper byk sgt kes2 kemalangan maut..klu tgk kan mmg patut pun byk accident..ni antara sbbnyer yg aku observed sepjg experience aku berulang alik Nilai-Manjung ni:
1) suka potong kiri...tak kira ape jenis kenderaan..padahal takde pun lorong kiri..tp klu tgk jek jalan tu agak lebar sket ade la yg akan amik kesempatan potong kiri ni..ni tak kira klu kt highway...kadang2 emergency lane pun dorg guna..klu sorg dua tu kite leh la bg excuse..
2) suka "overtake" kat tpt2 yg tak blh memotong..contohnyer kat "double line"..mmg ler lane sblh clear tp klu da di cat double line putih kt tengah2 jalan tak yah le nk memotong gak..ade la sbb nape designer jalan tu tak bg memotong kt tpt2 yg dorg cat double line tu..
3) suka memandu pd kelajuan yg terlampau..byk maksudnyer ni..terlampau slow smpai menyusahkan pengguna jalan raya yg lain..or terlampau laju..yg ni jarang2 aku jmpa sbb aku kurang guna highway..klau di england, mmg ditetapkan had minimum kt kebykan kawasan..klu drive slow sgt pun polis akan tahan..sbb akan menyebabkan jalan jd sibuk..klu da jalan tu clear tp bw 30km/hour tu mmg dah sampai tahap menyusahkan org..yg org blkng tak leh nk overtake sbb lane bertentangan agak busy..terpaksa la kite ngikut bontot si lembab di dpn..
4) pernah sekali aku n en zul balik batu pahat..masa ni kitorg mmg guna PLUS highway..yg perasan driver2 bas express..suke cucuk kereta kite dr belakang..bas mmg tak leh amik lane ke3 tuk memotong..dorg hya leh berada di lane 1 or lane 2 tuk memotong..let say kite pun nk memotong kenderaan di lane 1..tp sbb tak brp laju kite amik lane 2 utk memotong..yg si bas express ni tak menyabar2...kite tgh memotong pun dia bg lampu "high beam" marah2 sbb dia tak leh nk potong kite...sbb dia tak leh masuk lane 3 tuk overtake kite...pdhal speed kite da 110km/hr masa memotong tu..klu dia pun tak sabar2 nk "overtake" kite means dia punyer speed mesti lbh laju dari kite..rsnyer speed tuk bas klu atas highway tak lbh 100km/hr..(klu tak silap)...mana la tak byk kes accident yg libatkan bas..da la bw byk nyawa..haishhh..geram ni..
5) pejalan kaki..sorry le nk bg dorg melintas dl..aku punyer jalan..aku jalan dulu..pejalan kaki..tggu smpi jalan clear - pd hal bkn dekat main road pun..contohnyer parking kt pasaraya2...org melintas kt zebra cross pun driver2 kete akan buat tak tau..tp klu kite sbg driver kete stop n bg pejalan kaki melintas dulu pun si pejalan kaki akan tggu kita jalan dl..pernah en zul stop utk bg pejalan kaki jalan dl..tp dorg tak lintas2...tgk kite dgn muka pelik lg ade..huhuhu..malu2..
6) lampu merah tu utk berhenti ke..aiii..ni anak aku yg umur 3thn tu pun tau...red for stop...ni sll jd bile lampu bertukar dr hijau ke kuning ke merah..ramai drivers yg suke redah jugak even lampu dah merah..mcm dah tak leh nak tggu2..
aku list kn 6 jek la..byk2 pun bknnyer akan ade perubahan..cumenyer klu betul2 nk sekolahkan pemandu2 kt Malaysia ni aku rasa kerajaan nak kena kluarkan modal yg besar gak la..contohnyer dengan pasang byk cameras..tak kira jalan besar or jalan kecik..pastu warning pd pengguna jln raya kt area tu ade camera..so drivers akan berhati2..kt england mmg dorg wat mcmtu..kt pedestrian cross dorg letak camera..kt trafic light ade camera..kt jln2 raya kecik / besar ade camera..kat jalan2 kampung pun ade camera..kt tpt parking pun ade camera..(tu pasal la kitorg pernah kena saman masa mula2 smpi UK sbb parking kt disable punyer parking...masa tu sivic minded low giler!!!) klu nk apply penggunaan camera ni mmg perlukan modal yg sgt besar..sanggup dgn tak sanggup jek..tp kesan mungkin lbh baik..sbb org tanak kena saman..klu dorg langgar gak peraturan dorg kena le standby RM tuk bayar saman..time tu kerajaan mmg blh buat duit..
lg satu driver2 kt sini suke bg lampu "high beam" klu marah or tak puas hati dgn kite..igt kan nk bg kite jalan dulu ke..sbb klu kt england bg lampu tu means bg laluan kt kite dl..skrg ni da lbh sebulan dah paham dah..hihihi..jangan sampai en zul aku tu hilang skill pemandu berhemah dia dah la sbb terikut2 dgn attitude ramai rakyat malaysia..
KLONING MANUSIA
MANUSIA KLONING PERTAMA BERNAMA EVE
Manusia kloning pertama di dunia bernama Eve, bayi perempuan itu kini berusia 5 tahun. Sehat dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama.
Era manusia super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi.
Klaim Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama, yang sukses menghasilkan manusia kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini masih sebuah awal.
Rabu, 10 November 2010
Menciptakan Kedisiplinan
Sebuah kelas dalam institusi sekolah adalah gambaran dari pengelola dan warganya. Pengelola kelas dalam hal ini adalah guru dan manajemen sekolah, sementara warganya adalah siswa yang ada di kelas tersebut. Banyak sekolah yang telah membatasi jumlah siswa yang terdapat di dalam satu kelas. Tidak hanya itu sekolah juga menambah jumlah guru yang ada di kelas menjadi dua orang. Semua kebijakan tersebut diupayakan agar guru dan siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar dan mengajar. Dengan komposisi tersebut sekolah dan guru berharap akan lebih mudah menerapkan disiplin. Padahal jumlah siswa dan kedisiplinan tidak saling berhubungan. Hal yang diperlukan dalam menumbuhkan kedisiplinan adalah suasana yang kondusif dan terjaga dengan baik secara terus menerus disetiap kelas sebagai komunitas inti dari sekolah.
Suasana kondusif sebagai prasarana terciptanya kedisiplianan bisa terjadi lewat resep dibawah ini;
Sebagai guru terkadang kita merasa harus membuatkan peraturan untuk kelas kita, padahal akan lebih mudah dan ringan bagi kita jika melibatkan seluruh warga kelas dalam membuat peraturan. Di jamin mereka merasa memiliki dan diingatkan secara halus dikarenakan mereka sendiri yang membuat dan bersepakat.
Setelah kesepakatan atau peraturan kelas disepakati, jangan hanya disimpan didalam buku guru namun pajang dan biarkan seluruh warga kelas melihat dan mencermati. Apabila sekolah anda sudah mempunyai buku komunikasi, silahkan di tempel di dalam buku tersebut. Orang tua dirumah dapat melihat juga apa yang menjadi peraturan di kelas putra putrinya disekolah. Dengan demikian orang tua dapat membantu guru mengingatkannya dirumah.
Guru juga harus menjadi seseorang yang memelihara dan memastikan terjadinya peraturan yang sudah disepakati kelas. Apabila kepala sekolah berperan sebagai pemelihara peraturan di sekolah, guru berperan sebagai pemelihara peraturan dan kedisiplinan disekolah.
Untuk melatih kerja sama anda bisa mengajak mereka bermain sambil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang menggunakan metode kerja sama. Semakin mudah siswa bekerja sama semakin mudah pula aura kedisiplinan akan semakin terbentuk.
Komitmen harus ditumbuhkan oleh seluruh warga dikelas. Biasakan seluruh warga untuk saling mengingatkan saat sebuah kesalahan terjadi. Sebuah kesalahan belum layak disebut sebagai kesalahan apabila baru terjadi pertama kalinya. Kesalahan untuk pertama kalinya disebut sebagai pembelajaran.
Suasana kondusif sebagai prasarana terciptanya kedisiplianan bisa terjadi lewat resep dibawah ini;
- Menciptakan dan menerapkan kesepakatan kelas
Sebagai guru terkadang kita merasa harus membuatkan peraturan untuk kelas kita, padahal akan lebih mudah dan ringan bagi kita jika melibatkan seluruh warga kelas dalam membuat peraturan. Di jamin mereka merasa memiliki dan diingatkan secara halus dikarenakan mereka sendiri yang membuat dan bersepakat.
Setelah kesepakatan atau peraturan kelas disepakati, jangan hanya disimpan didalam buku guru namun pajang dan biarkan seluruh warga kelas melihat dan mencermati. Apabila sekolah anda sudah mempunyai buku komunikasi, silahkan di tempel di dalam buku tersebut. Orang tua dirumah dapat melihat juga apa yang menjadi peraturan di kelas putra putrinya disekolah. Dengan demikian orang tua dapat membantu guru mengingatkannya dirumah.
Guru juga harus menjadi seseorang yang memelihara dan memastikan terjadinya peraturan yang sudah disepakati kelas. Apabila kepala sekolah berperan sebagai pemelihara peraturan di sekolah, guru berperan sebagai pemelihara peraturan dan kedisiplinan disekolah.
- Menumbuhkan kerja sama.
Untuk melatih kerja sama anda bisa mengajak mereka bermain sambil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang menggunakan metode kerja sama. Semakin mudah siswa bekerja sama semakin mudah pula aura kedisiplinan akan semakin terbentuk.
- Berkomitmen.
Komitmen harus ditumbuhkan oleh seluruh warga dikelas. Biasakan seluruh warga untuk saling mengingatkan saat sebuah kesalahan terjadi. Sebuah kesalahan belum layak disebut sebagai kesalahan apabila baru terjadi pertama kalinya. Kesalahan untuk pertama kalinya disebut sebagai pembelajaran.
- Berpikiran terbuka (open mind)
Disiplin
Dalam arti paling umum, disiplin mengacu pada instruksi yang sistematis diberikan kepada murid . Untuk disiplin dengan demikian berarti untuk mengajar seseorang untuk mengikuti kode etik tertentu " order . " Usually, the phrase 'to discipline' carries a negative connotation. Biasanya, kalimat 'untuk mendisiplinkan' membawa konotasi negatif. This is because enforcement of order - that is, ensuring instructions are carried out - is oft "Discipline is the instant willingness and obedience to all orders, respect for authority, self reliance and teamwork. The ability to do the right thing even when no one is watching or suffer the consequences of guilt which produces pain in our bodies, through pain comes discipline." Hal ini karena penegakan ketertiban - yaitu, instruksi memastikan dilakukan -. Adalah sering "Disiplin adalah kemauan instan dan ketaatan kepada semua pesanan, menghormati otoritas, kemandirian dan kerjasama Kemampuan untuk melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada memperhatikan atau menderita akibat dari rasa bersalah yang menghasilkan nyeri di tubuh kita, melalui rasa sakit datang disiplin. " --United States Marine Corps - Amerika Serikat Korps Marinir To discipline thus means to instruct a person to follow a particular code of conduct or "order." Untuk disiplin dengan demikian berarti memerintahkan seseorang untuk mengikuti kode tertentu perilaku atau "pesanan." In the field of child development, discipline refers to methods of modeling character and of teaching self-control and acceptable behavior" [ 1 ] (eg teaching a child to wash her/his hands before meals). Here, 'washing hands before meals' is a particular pattern of behaviour, and the child is being disciplined to adopt that pattern. 'To disciple' also gives rise to the word disciplinarian , which denotes a person who enforces order. Di bidang perkembangan anak, disiplin merujuk pada metoda pemodelan dan karakter pengajaran kontrol diri dan perilaku yang dapat diterima " [1] (misalnya mengajar anak untuk mencuci / nya tangannya sebelum makan). Di sini, 'mencuci tangan sebelum makan' adalah pola perilaku tertentu, dan anak sedang disiplin untuk mengadopsi pola yang berurutan. "Untuk murid 'juga menimbulkan kata disiplin, yang menunjukkan orang yang memaksa.
However, usually the phrase 'to discipline' carries a negative connotation. Namun, biasanya ungkapan 'untuk mendisiplinkan' membawa konotasi negatif. This is because of the need to maintain order - that is, ensuring instructions are carried out. Hal ini karena kebutuhan untuk menjaga ketertiban - yaitu, instruksi memastikan dilakukan. Order is often regulated through punishment. cf. [ 2 ] Order sering diatur melalui hukuman. Cf. [2]
To be disciplined is then, subject to context, either a virtue (the ability to follow instructions well) or a euphemism for punishment (which may also be referred to as disciplinary procedure ). Untuk menjadi disiplin kemudian, sesuai dengan konteks, baik kebajikan (kemampuan untuk mengikuti instruksi dengan baik) atau eufemisme untuk hukuman (yang juga dapat disebut sebagai prosedur disipliner). As a concrete noun, the discipline refers to an instrument of punishment, for example in mortification of the flesh (see also: flagellation ). Sebagai kata benda konkret, disiplin mengacu pada alat hukuman, misalnya dalam malu daging (lihat juga: dera ). Such an instrument may also be applied to oneself, for example in penitence for not being sufficiently self-disciplined. Instrumen tersebut juga dapat diterapkan untuk diri sendiri, misalnya dalam penyesalan karena tidak cukup disiplin.
An academic discipline refers to a body of knowledge that is being given to - or has been received by - a disciple. Sebuah disiplin akademis mengacu pada tubuh pengetahuan yang sedang diberikan kepada - atau telah diterima oleh - murid. The term may then denotes a 'sphere of knowledge' that an individual has chosen to specialise in. In an institute of higher learning , the term 'discipline' is often a synonym of ' faculty '. Istilah ini mungkin akan menunjukkan sebuah 'lingkup pengetahuan' bahwa seseorang telah memilih untuk mengkhususkan diri masuk Dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi , disiplin 'istilah' sering merupakan sinonim dari ' fakultas '.
==Self == Diri
However, usually the phrase 'to discipline' carries a negative connotation. Namun, biasanya ungkapan 'untuk mendisiplinkan' membawa konotasi negatif. This is because of the need to maintain order - that is, ensuring instructions are carried out. Hal ini karena kebutuhan untuk menjaga ketertiban - yaitu, instruksi memastikan dilakukan. Order is often regulated through punishment. cf. [ 2 ] Order sering diatur melalui hukuman. Cf. [2]
To be disciplined is then, subject to context, either a virtue (the ability to follow instructions well) or a euphemism for punishment (which may also be referred to as disciplinary procedure ). Untuk menjadi disiplin kemudian, sesuai dengan konteks, baik kebajikan (kemampuan untuk mengikuti instruksi dengan baik) atau eufemisme untuk hukuman (yang juga dapat disebut sebagai prosedur disipliner). As a concrete noun, the discipline refers to an instrument of punishment, for example in mortification of the flesh (see also: flagellation ). Sebagai kata benda konkret, disiplin mengacu pada alat hukuman, misalnya dalam malu daging (lihat juga: dera ). Such an instrument may also be applied to oneself, for example in penitence for not being sufficiently self-disciplined. Instrumen tersebut juga dapat diterapkan untuk diri sendiri, misalnya dalam penyesalan karena tidak cukup disiplin.
An academic discipline refers to a body of knowledge that is being given to - or has been received by - a disciple. Sebuah disiplin akademis mengacu pada tubuh pengetahuan yang sedang diberikan kepada - atau telah diterima oleh - murid. The term may then denotes a 'sphere of knowledge' that an individual has chosen to specialise in. In an institute of higher learning , the term 'discipline' is often a synonym of ' faculty '. Istilah ini mungkin akan menunjukkan sebuah 'lingkup pengetahuan' bahwa seseorang telah memilih untuk mengkhususkan diri masuk Dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi , disiplin 'istilah' sering merupakan sinonim dari ' fakultas '.
==Self == Diri
Selasa, 09 November 2010
Bergaya Militer Untuk Kedisiplinan
Untuk meningkatkan kedisiplinan, pendidikan ala militer kerap diadopsi. Namun dalam pelaksanaannya, hal itu memiliki ekses negatif berupa tindakan kekerasan verbal maupun fisik.
Pendidikan ala militer kerap menjadi pilihan sejumlah lembaga pendidikan, baik yang berada di bawah naungan kementerian maupun swasta.
Mengadopsi tata cara militer dalam keseharian proses belajar mengajar hingga cara berpakaian yang militeristik pun menjadi pemandangan sehari-hari.
Bukan hal aneh jika para siswa di sejumlah lembaga pendidikan tertentu diberikan jenis pakaian seragam dengan kelengkapan mirip atribut militer.
Tata cara yang mewajibkan para junior untuk memberikan hormat kepada seniornya seperti pada sistem pendidikan militer juga diberlakukan.
Bahkan, istilah yang digunakan seperti taruna untuk siswa laki-laki dan taruni untuk siswi perempuan pun menjadi hal lumrah.
Di Indonesia, ada sekitar 20 lembaga pendidikan tinggi yang dikelola sejumlah kementerian. Beberapa di antaranya berstatus kedinasan, sebutlah seperti Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, Institut Intelijen Negara (IIN), dan sejumlah sekolah-sekolah kedinasan lainnya.
Umumnya, sekolah-sekolah kedinasan ini memang menerapkan pola-pola pembinaan menyerupai militer. Tujuannya kerap dikaitkan dengan dalih mewujudkan disiplin tinggi kepada para siswanya.
Namun pada praktiknya, sekolah- sekolah kedinasan dengan penerapan pola-pola pembinaan menyerupai militer tersebut justru memunculkan stigma negatif di kalangan masyarakat, yakni kesan praktik-praktik kekerasan terhadap para siswa yang dilakukan senior kepada juniornya.
Rangkain peristiwa kekerasan yang terjadi di beberapa sekolah kedinasan seperti yang kerap terjadi di IPDN serta sejumlah kasus kekerasan lainnya terhadap para taruna sekolah kedinasan, justru melengkapi stigma kekerasan di mata masyarakat.
Satria Darma, Ketua Klub Guru Indonesia, menilai kekerasan yang kerap diidentikkan dengan sekolah kedinasan yang menerapkan sistem pendidikan semimiliter dalam pola pendidikannya, merupakan ekses atau akibat dari pemahaman yang salah tentang pola kedisiplinan yang ingin dibangun di sekolah tersebut.
“Kedisiplinan yang akan dibangun seperti apa, itu yang harus didefi nisikan terlebih dahulu. Tujuan dari pendidikannya seperti apa,” katanya.
Selama ini, adopsi pola-pola pendidikan militer di sekolah kedinasan memang lebih ditujukan untuk membentuk kedisiplinan di antara para siswa serta sejumlah nilai-nilai positif lainnya. Seperti kebersamaan antara angkatan karena adanya perasaan senasib sepenanggungan selama menjalani pendidikan maupun semangat loyalitas yang dibangun.
Ambil contoh IPDN. Sebagai sekolah yang akan mencetak para birokrat, sikap-sikap disiplin dan loyalitas memang menjadi salah satu poin penting ketika mereka menjalankan tugas nantinya.
Namun dalam praktiknya, menurut Satria, terjadi pemahaman tentang kedisiplinan yang berlebihan sehingga yang muncul adalah stigma kekerasan di sekolah tersebut.
“Untuk membina ketegasan dan kedisiplinan tidak perlu menggunakan kekerasan. Buat tugas dengan waktu yang dibatasi dan ada sanksi bagi yang tidak selesai,” ujar Satria. “Dan kalau memang ingin membina mental, bukan dengan cara dimaki atau malah dipukuli.
Tapi berikan dengan nada ketegasan dan kalau memang ingin menempa fisik, lakukanlah tanpa kekerasan misalnya dengan push up, baris-berbaris.
Kekerasan fisik dan makian hanya akan memunculkan dendam yang tidak akan selesai turun-temurun,” katanya.
Ading Sutisna, Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia juga menilai ada pemahaman yang salah selama ini tentang nilai-nilai kedisiplinan yang kerap dikaitkan dengan pendidikan militer.
Karenanya, menjadi wajar jika sekolah-sekolah kedinasan selain Akademi Kepolisian (Akpol) maupun Akademi Militer (Akmil) mengadopsi pola-pola pendidikan militer dalam pendidikan mereka.
“Ini sudah berlangsung lama, apalagi secara kesejarahan kita yang militeristik, kemudian menyuburkan praktik pendidikan semimiliter dalam sekolah-sekolah kedinasan,” katanya. Nilai–nilai kemiliteran erat dikaitkan dengan nilai-nilai kedisiplinan, karenanya kerap diadopsi.
Namun nilai milter yang cenderung tidak mengenal demokrasi dan menghilangkan nilai-nilai partisipasi inilah ketika diimplementasikan dalam pelaksanan pendidikan justru memunculkan sisi kekerasan saja.
“Dan ini tidak pernah direformasi,” tambahnya. Padahal, menurutnya, kedisliplin an tidak harus dibangun dengan kekerasan, namun cukup dengan penanaman nilainilai kedisiplinan yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh para siswa, pemangku kegiatan sekolah, dan para staf pengajar di sekolahsekolah tersebut.
Implementasi nilai-nilai kedisiplinan ini pun membutuhkan keteladanan untuk bisa membangun budaya disiplin yang tinggi bagi para siswanya.
Hal ini tanpa harus menempa mereka dengan aksi-aksi fi sik yang justru memicu stigma kekerasan dalam masyarakat.
Dalam merumuskan kedisiplinan berdasarkan pada penanaman nilai-nilai, juga membutuhkan sebuah mekanisme lain selain keteladanan, yakni adanya konsep reward and punishment terhadap setiap tindakan yang dilakukan, sehingga para siswa sadar betul dengan apa yang mereka lakukan.
Kurang Transparan Munculnya stigma kekerasan pada pendidikan kedinasan di mata publik, menurut Ading, juga terkait dengan manajemen dari pelaksanaan sekolah itu sendiri.
Dalam hal ini adalah macetnya sistem pengawasan yang terjadi di dalam internal sekolah tersebut. “Manajemen sekolah lebih bersifat tertutup, tidak transparan, sehingga justu yang muncul adalah kasus-kasus kekerasan,” katanya.
Mekanisme kontrol menjadi macet akibat kontrol yang dilakukan tidak melibatkan pada partisipasi masyarakat seperti yang terjadi di lembaga perguruan tinggi dengan majelis wali amanat ataupun semacam komite sekolah untuk pendidikan dasar hingga menengah. “Pengawasan hanya dilakukan di internal dan ini membuat mereka tidak terpantau dari luar,” katanya.
Ke depan, diperlukan sebuah mekanisme pengawasan yang lebih terbuka dengan melibatkan partisipasi publik atau masyarakat dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Sehingga, praktik-praktik kekerasan yang dianggap sebagai bagian dari pendisiplinan bisa diawasi. “Sekolah-sekolah kedinasan harus bisa lebih terbuka kepada publik untuk ikut dalam proses pengawasan,” katanya.
nik/L-1
Langganan:
Postingan (Atom)




